Tahukah kamu bahwa buku suara adalah segmen dengan pertumbuhan terpesat dalam industri penerbitan dunia?

Sebuah survei yang dilakukan oleh Edison Research di Amerika Serikat (disadur dari situs Good E Reader) terhadap pendengar buku suara berusia 18 tahun ke atas menemukan bahwa rata-rata jumlah buku suara yang disimak dan didengarkan per tahun meningkat dari 6,8 pada tahun 2019 menjadi 8,1 pada tahun 2020. Dan, kegemaran akan buku suara tersebut mendongkrak penjualan buku suara di pasar domestik Amerika Serikat pada tahun 2019 sampai 16% dan mencapai penjualan $1,2 milyar atau setara dengan Rp17,7 triliun.

Portabilitas dan mobilitas teknologi mendorong tradisi kuno mendongeng tetap abadi, tak lagi mendengarkan kisah sembari mengelilingi api unggun, malahan sambil melakukan aktivitas lain. Siapa yang tak pernah berolahraga sembari mendengarkan musik?

Sensasi aural buku suara (yang baik) pun bisa membawa kita memasuki relung-relung cerita secara impresif dan terus terang, saya pribadi lebih mudah mengingat suatu hal dari mendengar. Masih banyak lagi alasan mengapa buku suara kian populer, dan menjadi kewajiban kita bersama memajukan literatus Indonesia melalui membaca dan mendengar.

Pranatacara terkemuka dunia, Larry King pernah mengatakan:

ā€œI remind myself every morning: Nothing I say this day will teach me anything. So if Iā€™m going to learn, I must do it by listening.ā€

ā€” Larry King, TV host

– Setiap pagi saya ingatkan diri: Tak ada yang bisa dipelajari dari apa yang saya ujarkan hari ini. Bila perlu mendapatkan pengetahuan, saya mesti menyerapnya dari mendengar.

Bagaimana dengan kamu?

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *