Burung Camar & Kokokan – Clean Bali Series

“The tide was coming in, and the water was rising around the tree roots. In the water bits of plastic rubbish bobbed around – snack packs, plastic bags, a few plastic bottles. Someone’s old shoe.”

Ibu Maggie Dunkle berasal dari Australia dan menghabiskan hari-hari terakhir di Bali, sampai ia meninggal dunia pada tahun 2013. Ia seorang pustakawan buku anak-anak, lektor dan redaktur, dan pengarang beberapa buku (Secrets of the Rainforest, dengan ilustrator Dailan Pugh; Conservation, dengan ilustrator Robert Ingpen; Black in Focus). Ibu Maggie mempunyai kekhawatiran yang sama dengan teman-temannya – Michael, Etha dan Margiyono – tentang masalah pembuangan sampah di Bali yang menyedihkan. Setelah ia melihat beberapa gambar yang dibuat oleh Margiyono, Maggie menulis cerita ini dalam bahasa Inggris, kemudian Etha mengisi bahasa Indonesia. Temannya, Pak Made Taro yang terkenal sebagai penutur cerita, menterjemahkannya ke bahasa Bali.

Coming soon!

Kategori:

Deskripsi

“The tide was coming in, and the water was rising around the tree roots. In the water bits of plastic rubbish bobbed around – snack packs, plastic bags, a few plastic bottles. Someone’s old shoe.”

Ibu Maggie Dunkle berasal dari Australia dan menghabiskan hari-hari terakhir di Bali, sampai ia meninggal dunia pada tahun 2013. Ia seorang pustakawan buku anak-anak, lektor dan redaktur, dan pengarang beberapa buku (Secrets of the Rainforest, dengan ilustrator Dailan Pugh; Conservation, dengan ilustrator Robert Ingpen; Black in Focus). Ibu Maggie mempunyai kekhawatiran yang sama dengan teman-temannya – Michael, Etha dan Margiyono – tentang masalah pembuangan sampah di Bali yang menyedihkan. Setelah ia melihat beberapa gambar yang dibuat oleh Margiyono, Maggie menulis cerita ini dalam bahasa Inggris, kemudian Etha mengisi bahasa Indonesia. Temannya, Pak Made Taro yang terkenal sebagai penutur cerita, menterjemahkannya ke bahasa Bali.

Margiyono adalah seorang ‘tukang bangunan’ dari Jawa. Ia seorang pelukis yang otodidak, sangat terampil sebagai tukang batu dan ia sangat mencintai lingkungan. Suatu hari, setelah berdiskusi dengan temannya, Etha dan Michael, tentang masalah sampah plastik yang melimpah Bali, ia ingin berbuat sesuatu yang dapat membantu, dan mulai membuat beberapa gambar burung camar, lumba-lumba dan penyu berbicara tentang bagaimana sampah telah mempengaruhi hidup mereka. Selebihnya adalah sejarah buku ini.

Made Taro lahir di Bali. Sangat menaruh perhatian terhadap cerita, permainan dan nyanyian anak-anak. Melalui Sanggar Kukuruyuk (himpunan anak-anak yang berumur 8-12 tahun), ia melestarikan dan mensosialisasikan tradisi cerita yang hampir punah itu dalam waktu 30 tahun silam. Made telah menulis buku lebih dari 30 judul. Bukunya yang terbit terakhir (2011) berjudul Sepasang Sepatu dan Sebiji Mangga. Ia banyak mendapat penghargaan dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah antara lain, sebagai ‘Guru Teladan, ‘Pelestari Budaya’, ‘Storyteller‘ dan Anugerah Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia (2009).

Pratinjau.

Seagull and Heron

Burung Camar dan Kokokan

Burung Camar dan Kokokan (Seagull and Heron)
Buku kedua Clean Bali Series
Cerita dan Naskah Bahasa Inggris: Maggie Dunkle
Naskah Bahasa Indonesia: Etha Widiyanto
Naskah Bahasa Bali: Anak Agung Gede Agung Rimbya
Konsep: Michael Rock
Penutur Cerita: Tara Darsana, Neyja Darsana, Manon Pecquery, Nina Pecquery dan William Hemmerle
Ilustrasi Musik: Komang Dhananjaya Wishnuputra
Produser: Clean Bali Series & Antida Music Indonesia

Coming soon!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *